[Story] About Me : What Should I Do? (Part-3)

Judul Part-3 : "Jangan Mimpi Kuliah Saat Itu Juga!"

***

Assallamualaikum, para pengunjung blog-ghost budiman!

Siang kali ini sebelum berangkat kerja shift 2, admin akan melanjutkan part 3 dari cerita sebelumnya.
12.18 WIB

***

Back To Story :

***

      Dengan apa yang sudah aku capai di STM, dengan nilai yang selalu diatas rata-rata serta satu piala yang nantinya aku fikir bisa membantuku di massa yang akan datang. Saat itu, jujur dengan sombongnya berkeyakinan seperti itu, seakan nilai bisa mempermudah urusanku nantinya, seperti mencari kerja  atau kuliah, jika memungkinkan.

     Oh iyak, di cerita jenjang ini aku tidak menyisipkan kisah cinta sedikitpun, jadi akan sangat terlihat flat, bukan?! Karena memang waktu itu aku tidak tertarik dekat dengan perempuan, karena tujuan utamaku adalah murni belajar. Ditambah lagi, ini STM, sekela full 43 pejantan tangguh. Hahaha

*****

    Akhirnya, kami akan tiba di penhujung semester. Disini, berasa tekanan mulai datang satu per satu, seperti : UKOM, yang memang aku takutkan, ada UAS dan UN di bulan-bulan selanjutnya.
Sedikit cerita, sebelum UKOM aku selalu ikut pelajaran bengkel tambahan, dari ba'da maghrib sampai larut malam, tak jarang sampai jam 2 dini hari. Itu salah satu kegiatan tambahan yang diadakan guru kejuruan menjelang UKOM, dengan harapan agar seluruh siswa kelas XII bisa lulus UKOM dengan baik. Tak jarang, aku dan rekan angkatanku menginap dan mushola sekolahan, dan paginya lanjut sekolah seperti biasa.

*
 
    Ketika UKOM tiba, saat itu kebetulan namaku berawalan 'A' sehingga aku mendapat giliran kelompok pertama, dan sialnya penyakit gugup ku kambuh, bagaimana tidak begitu giliranku tiba semua mata rekan seangkatanku, serta siswa dari kelas lain, dan bahkan siswa dari Madrasah Aliyah memperhatikan UKOM ku (FYI sekolahanku ini tipenya Yayasan, jadi ada STM, Madrasah Aliyah, MTs, TK, MI). Alih-alih merasa semangat banyak yang support dan menyemangati, aku malah bercucuran keringat dingin, karena saking groginya jadi pusat perhatian, ditambah lagi aku memang gugup. Dan, yang aku takutkan pun terjadi, di bagian job task pertama UKOM ku yaitu Tune-up mobil, aku merasa gagal, banyak dari pertanyaan yang aku jawab salah dari penguji kejuruan yang notabenenya berasal dari Perusahaan luar dan lulusan Jerman.

    Namun, untungnya dari ke-4 job task UKOM, 3 diantaranya aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Tidak sia-sia belajar tambahan sampai larut malam. Selama UKOM kelompokku, ada hal lucu yang berkesan saat itu, dimana rekanku yang dengan PD-nya merangkai sistem kelistrikan mobil, bukannya lampunya menyala, malah ia membuat kembang api, karena konsleting, dan ternyata rangkaiannya salah, ia salah menyambungkan kabel dari Aki. Mungkin inilah yang dinamakan, sekolah numpang cetak ijazah doang, karena tidak pernah masuk sekolah. (Intermesso)

***

    Akhinya hampir selesai, kali ini Ujian Nasional, seminggu sebelum UN, aku benar-benar menghabiskan waktu untuk belajar mati-matian, mulai dari bolak-balik Internet, bertanya pada semua guru tentang materi UN yang tidak aku pahami, serta banyak berlatih dari soal-soal UN sebelumnya. Alhamdulillah waktu itu walaupun nilaiku tidak memuaskan, namun mamu mengalahkan ratusan siswa lainnya di Sekolah ini. Perjuangan tidak pernah sia-sia. (Maaf jika terkesan sombong)

***

     Akhirnya tiba, hari perpisahan. Akhirnya, aku bebas dari STM ini. Namun ada yang tmengganjal dalam hati, yaitu 'apa yang sudah aku dapat disini, kemampuan kejuruan apa yang bisa bermanfaat untuk orang banyak', sayang tidak ada satupun. Karena saking pesimisnya, aku berfikir mungkin tujuan tanpa kepastianku berikutnya hanya akan menjadi buruh pabrik. Karena sudah sangat jelas untuk kuliah orang tua tidak akan sanggup membiayainya.

    Ketika di penghujung acara perpisahan, aku mendapat penghargaan atas siswa terbaik a.k.a Juara Umum 1st, saat itu. Lagi-lagi ini hanya membuatku senang biasa, karena aku masih tetap merasa kurang dan gagal di Kejuruan, yang seharusnya aku kuasai sampai sekarang. Nyatanya, NOL besar, tragis, bukan?

*

     Alih-alih berencana daftar SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sesuai agenda ku semenjak dari SMP setelah lulus SLTA, malah berujung pada pilihan menjadi perantau dan buruh pabrik. Kadang iri melihat teman-teman sebayaku sekaligus teman semasa SMP ku yang sedang sibuk daftar dan belajar untuk SBMPTN, aku cemburu, aku ingin juga. Ah, yasudahlah bukan jalan ninjaku. Hehehe


***

    Sudah lama setelah perpisahan, bukannya langsung bekerja, aku yang yakin saat itu dengan nilaiku aku bisa mudah bekerja ternyata salah besar. Aku malah menganggur, kurang lebih hampir 1 tahun, karena merasa malu jadi pengangguran di kampung, dengan bisikan para netizen tetangga yang tajam se tajam sillet, akhirnya aku memutuskan untuk merantau ke tempat saudara ku di Tangerang. Dan, akhirnya aku tahu mencari pekerjaan itu susah, lho. Lebih susah dari UN matematika malah. Karena memang, nilai bukan penentu kesuksesan.

---

Bersambung...

Note : Belom Dicek Ulang Untuk Typo

Nanti admin lanjut sepulang shift-2. Diatas jam 23.40 WIB
"Besar harapan ada yang sudi membaca ini, namun tetap respect tanpa mengolok-olok, kata per kata yang admin ketik disini, komen untuk membangun sangat diharapkan. Terimakasih"

Selamat siang...
Wassallmualaikum...

Comments

Popular posts from this blog

[Story] About Me : What Should I Do? (Part-2)

[Food] Makanan Khas Pandeglang Saat Hari Raya Idul Fitri

[Health] Tips Menjaga Kesehatan Di Bulan Ramadhan